Desa Adat Kerobokan Bagikan Sembako kepada 6.030 KK di 50 Banjar

 09 Agustus 2020    Dibaca: 97 Pengunjung

Desa Adat Kerobokan Bagikan Sembako kepada 6.030 KK di 50 Banjar

Desa Adat Kerobokan mengadakan pembagian sembako secara serentak kepada 6.030 KK dari 50 banjar yang ada di Desa Adat Kerobokan pada Minggu (9/8/2020). 

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Satgas Covid Gotong Royong Desa Adat Kerobokan AA Bagus Bayu Joni Saputra, Bendesa Adat Kerobokan Jro Bendesa AA Putu Sutarja SH dan Ketua LPD Desa Adat Kerobokan I Ketut Sender kepada salah satu perwakilan warga bertempat di Pura Desa, Desa Adat Kerobokan.

Bantuan sembako senilai kurang lebih Rp1.3 miliar ini bersumber dari dana desa adat dan LPD Kerobokan sebagai wujud kepedulian desa adat, Satgas Desa dan LPD sebagai lembaga keuangan desa terhadap dampak Covid-19 yang menyebabkan selain krisis kesehatan juga krisis ekonomi.

Selaku Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Kerobokan, AA Bagus Bayu Joni Saputra atau akrab dikenal Gus Bayu ini mengatakan LPD sebagai lembaga keuangan desa mempunyai peran yang sangat besar dengan perekonomian berbasis adat dan budaya yang menjadi bagian dari program Nangun Sad Kerti Loka Bali. Hal ini dikarenakan LPD yang sangat mengetahui kondisi dan potensi desa dan masyarakatnya.
Disamping itu, untuk pemulihan ekonomi saat tatanan Bali era baru atau normal baru ini pihaknya dari awal sudah mengimbau warga Desa Adat Kerobokan untuk menanam tanaman di pekarangan, tegalan dan sawah-sawah untuk ketahanan pangan dan kemandirian pangan berbasis pertanian seperti yang diinisiasi Ketua TP PKK provinsi Bali Putri Suastini Koster.

Ia juga mengharapkan pemerintah bergerak cepat, tepat sebagai regulator, fasilitator, mediator dalam membuat kebijakan strategis untuk menyelamatkan UMKM baik dari segi pembayaran hutang, akses permodalan, perijinan, kesempatan penyerapan hasil produksi dan perijinan harus dipermudah, dipermurah dan dipercepat.

"Karena saat ini hanya pengusaha dengan para pekerja dan pemerintah yang punya 'sense of crisis' lah yang mampu memulihkan, penyelamat ekonomi dari keterpurukan yang lebih dalam," sebutnya sembari menambahkan untuk upaya menggeliatkan ekonomi bidang pariwisata saat pandemi harus kreatif dan inovatif baik dari pemasaran, produksi, efisiensi berbasis digital dengan protokol kesehatan.

Bendesa Adat Kerobokan Jro Bendesa AA Putu Sutarja SH mengharapkan semoga sembako ini bermanfaat bagi krama Desa Adat Kerobokan. Dalam status pandemi Covid-19 ini diharapkan juga kepada masyarakat agar tetap mengikuti imbauan pemerintah menjaga jarak (phyisical distancing), social distancing, menjaga kesehatan dan tetap berdoa kepada Tuhan agar pandemi ini cepat berlalu.

Ia menambahkan pemabgian sembako ini juga dalam menyongsong Hari Kemerdekaan RI ke-75. Dengan semangat para pejuang ini bangsa kita Indonesia bisa merdeka.

"Angka 9 merupakan angka tertinggi di Bali dan ada 9 arah mata angin, agar seluruh penjuru krama yang ada di Desa Adat Kerobokan dapat merasakan perhatian dari desa adat dan LPD," tutupnya.

TAGS :